About Me

Subscribe now!Feeds RSS

Latest posts

Other Things

Thursday, March 31, 2005

kacamata dan obrolan

2 comments

let see what has happened to me few days ago...

kacamataku patah dan pecah!. selama dua hari akupun beraktifitas tanpa itu. dengan nilai minus yang sama dengan nilai IPK yang selalu aku inginkan, impikan lebih tepatnya (dan susah sekali tercapai) yaitu 3 (kiri) dan 3,5 (kanan) jelas membuatku kesulitan. tapi sekarang semua permaslahan sudah terselesaikan! i have new eye glasses. not only one, but two! hehehe..:) sekarang jadi semakin tersadarkan bagaimana rasanya ga punya mata. so, jangan main-main dengan matamu instead of jangan main-main dengan *******mu as one of indonesian female author said :P.

beside that, i feel very-very lazy and have no mood to study! while it's still mid term exams period.

kemarin terlibat perbincangan di salah satu tempat makan di daerah jl. riau. aku menghabiskan 3 jam ngobrol di tempat itu bersama tiga orang temanku yang lain. kami berbicara banyak (sebenarnya lebih banyak ketawanya) tentang hal-hal "standar". tidak ada hal penting yang dibicarakan, tapi isi dari pembicaraan itu mengingatkan kembali tentang hal-hal konyol yang terjadi beberapa hari sebelumnya! actually, i always miss conversation such like that.

ya segitulah yang terjadi...sisanya masih seperti biasa.. btw, is there anybody who can tell me, i always feel that I don't go looking for troubles and problems but why those things usually finds me?


Read more!

spare power, leverage, and the invisible hands

0 comments

teringat salah satu pembicaraan dengan salah seorang teman. fathir namanya. well, salah satu tema yang sering kami angkat ketika ngobrol adalah cerita tentang jalan hidup orang lain, terutama orang-orang yang ada di sekitar kami. sebelumnya, perlu saya informasikan bahwa fathir ini teman saya di kampus dan kami mengenyam pendidikan sma di institusi yang sama. walaupun sekarang kami beda jurusan. kembali ke obrolan kami. sore itu, di rumah insan (salah satu teman dekat kami yang lain) saya dan fathir terlibat dalam sebuah pembicaraan. awalnya cerita-cerita biasa, lalu menjurus pada seseorang. sebut saja nama orang yang kami bicarakan itu mr. Q.

mr.Q ini adalah senior kami di sma dulu, beda 4 tahunan lah dan kuliah di jurusan yang sama dengan saya. awalnya saya cerita ke fathir tentang keadaan mr. Q saat ini. saya cerita ke dia bahwa mr.Q sekarang bekerja di salah satu perusahaan BUMN. dari situ kami mulai mengidentifikasi rahasia sukses dia :). lalu fathir mulai me-rewind ke masa sma dulu. dia cerita tentang mr.Q yang yang sudah kuliah saat itu, tapi masih sempat maen ke sma buat ngasih petuah-petuah (kuliah umum) ke adik-adiknya. fathir cerita bagaimana mr.Q meminta izin ke guru-guru untuk bisa masuk ke kelas-kelas pada jam-jam tertentu untuk ngasih ceramah lalu bagaimana mr.Q membuat forum-forum diskusi kecil dengan anak-anak sma di sela-sela kesibukan dia sebagai mahasiswa.

setelah itu, giliran saya bicara. karena saya berada di satu jurusan yang sama dengan dia. saya cerita ke fathir sebaliknya. saya cerita ke dia bahwa mr.Q tidak terlalu menonjol di bidang akademis (lulusnya saja antara 5 - 5,5 tahun) trus mr.Q juga tidak terlalu menonjol dalam kehidupan organisasi di kampus. notabene kedua faktor inilah (katanya) parameter kesuksesan seseorang setelah lulus. fathir kembali menimpali. dia bilang memang seperti itu. tapi diluar kampus, dia terlibat sangat aktif dalam aktifitas sosial. menjadi founder sebuah yayasan salah satunya. setelah itu, fathir bilang ke saya, bahwa dia sudah pernah membicarakan tentang mr.Q dengan orang tuanya (bapaknya). ketika fathir bercerita ke ayahnya, sang ayah berkomentar "itulah yang disebut spare power...".

wow, saya baru pertama kali mendengar tentang bahasa itu, paling-paling yang tau cuman spare part :D. akhirnya fathir menjelaskan tentang spare power itu yang dia simpulkan dari pembicaraan dengan ayahnya. dia bilang, "ketika seseorang hidup tidak hanya untuk kenyamanan dirinya sendiri, tapi dia juga memikirkan kebahagian orang lain (lingkungannya) dalam artian membangun lingkungan di sekitarnya, maka ketika dia membutuhkan sesuatu, maka seluruh alam semesta seolah-olah akan mendukungnya!".

well, sekarang tanggapanku. memang saya pernah denger tentang teori itu. pertama, ketika kita menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, maka seolah-olah seluruh alam semesta akan mendukung kita. kedua, untuk mendapatkan sesuatu dari dunia ini, maka kita harus memasukan/menanam terlebih dahulu dan jumlah yang kita dapatkan akan jauh lebih banyak dari yang kita tanam. dengan kata lain persis dengan motto-nya tung desem waringi (motivator itu lho..) semakin banyak memberi, semakin banyak menerima. pada dasarnya saya setuju dengan pengertian spare power tersebut. tapi saya melihatnya lebih dari itu. spare power tidak hanya didapatkan dari hal-hal yang bersifat belief saja. menurutku lebih dari itu.

maka masuklah saya ke dimensi leverage dari seorang manusia. ada satu proses yang tak terlihat oleh teman saya fathir itu dari kegiatan-kegiatan mr.Q. selama mr.Q melakukan kegiatan/aktifitas sosial di luar dengan berbagai masalah yang saya yakin sering menghampirinya, yang dia bangun bukan hanya kekayaan ruh spiritual saja. lebih dari itu. mr.Q membangun kesadaran sekaligus kematangan mentalnya. berbagai maslah dan tantangan yang mr.Q alami adalah faktor utama pendewasaan dirinya. dan bentuk akhir dari pendewasaan itu adalah membuat mr.Q mampu dengan mudah menghadapi persoalan/permasalahan yang lebih kecil yang datang padanya di kemudian hari. begitulah pandangn saya. walaupun saya sangat setuju bahwa disitu memang ada peran yang oleh adam smith disebut sebagai the invisible hands.

ya, dari situlah spare power bisa muncul dalam diri seseorang. saya pun selalu berusaha untuk membangunnya dan berharap itu ada pada diri saya.


Read more!
Tuesday, March 29, 2005

seniman, proses berkesenian, dan sebuah ketergugahan.

0 comments

aku tidak mengerti tentang seni, aku tidak kenal banyak dengan seniman, dan aku tidak mengambil sekolah untuk belajar seni. tapi akhir-akhir ini aku tergugah oleh hal-hal seperti ini. dan juga tergugah untuk menuliskannya disini :).

suatu waktu di akhir tahun 2003, kebetulan aku nganter temen ke gedung kesenian rumentang siang di kosambi. temenku itu ada janji ketemu sama koordinator sebuah komunitas seni (sebut saja namanya mang X). temenku itu mau memastikan jadwal tampil komunitas tersebut untuk salah satu pagelaran di kampus. ketika kami masuk gedung itu, lalu nanya sama orang yang ada di situ tentang keberadan orang tersebut (waktu itu belum pernah ketemu sama mang X dan hanya janjian lewat sms) orang yang ditanya langsung menunjuk ke arah panggung dan bilang "itu yang lagi latihan, yang maen biolanya". well, karena takut mengganggu, akhirnya aku dan temenku duduk dulu di salah satu kursi penonton. keadaan gedung saat itu kosong dan agak gelap. melihat beberapa adegan dari latihan mereka bikin aku geleng-geleng kepala. gimana ngga, gerakan mereka aneh-aneh dan susah dicerna, terutama buatku yang terbiasa hidup pragmatis :). singkat cerita, latihan merekapun selesai, dan aku mendatangi panggung itu dan menyapa mereka. wow, mereka sungguh sopan sekali. padahal penampilannya kaya preman! akhirnya kami berdua ngorol dengan mang X. pesan utama sudah tersampaikan dan terjadi kesepakatan. setelah itu, pembicaraan kami agak-agak melenceng, mang X itu bercerita tentang perjalanan hidupnya dan komunitasnya. waktu itu, aku sangat-sangat tergugah, "ada juga orang yang seperti ini.." pikirku. satu kalimat yang masih terngiang di kepalaku hingga saat ini, adalah waktu dia berkata "kami tidak peduli kalau kami lapar, yang penting masih bisa berkreasi. karena hal-hal seperti inilah yang bisa menghibur dan membuat masyarakat kita tertawa di saat kondisi mereka sedang susah". pada titik inilah puncak apresiasi tertinggi kuberikan pada mereka.

begitupun ketika aku diperkenalkan ayahku pada komunitas seniman sunda. suatu hari, aku ikut ayahku (kebetulan ayahku ini aktif di beberapa lembaga dan yayasan yang bergerak di bidang seni, budaya, dan sastra sunda) ke gedung YPK di jln. braga. ada acara tahun baru islam versi seniman katanya. karena penasaran, akupun ikut. setelah menyaksikan beberapa pentas musik dan pembacaan puisi, ayahku mengajakku ke lantai atas (kantor) gedung itu dan memperkenalkanku pada beberapa orang disana. bertemu dengan mereka, aku langsung perkenalkan diriku, sambil menyalami mereka. mereka pun menyambut dengan hangat dan memperkenalkan satu persatu namanya. godi suwarna dan hawe setiawan adalah nama-nama yang masih bisa kuingat. penampilan dan sikap sederhana merekalah yang sebenarnya sangat menggugahku.

hal-hal lainnya adalah ketika mengunjungi galeri-galeri seni yang ada di bandung. sebut saja galeri sunaryo, galeri barli dan nu art. serta datang ke pertujukan teater, pembacaan puisi, dan pentas musik etnik di ged. kes. rumentang siang dan dago tea house. mengunjungi tempat-tempat seperti itu selalu membuatku tergugah.


Read more!
Thursday, March 24, 2005

my tarrot cards

0 comments

i had my free tarrot card test at this. the result is :
The Hermit Card
You are the Hermit card.
The Hermit has chosen a solitary spiritual path. He shines light on his inner self and, by this means, gains wisdom. The Hermit's home is the natural world and it is by being in tune with that world that he learns the laws of nature and learn how they operate within himself. His path is a lonely one as he lives in silence and has for companionship only his own internal rhythms. But those crossing his path are touched by his light and wisdom. Though often alone, he manages nevertheless to instruct those who meet him and guides those who chose to follow him on a path towards enlightenment.


Read more!
Saturday, March 19, 2005

lomba-lomba

1 comments

beberapa hari ini dapet beberapa informasi lomba yang sesuai sama minat, kayanya bakal ikutan. saya ini spesialis pengikut lomba yang selalu kalah. dan ga pernah kapok2. soalnya kekalahan itu kemenangan yang tertunda katanya. hehehe...
1. lomba karya tulis ilmiah bidang ipa, ips, dan pendidikan by DIKTI.
kayanya bakal ngambil bidang pendidikan dengan topik pengembangan pendidikan guru. well, i was inspired by mr. gede raka with his project about creative for quality life. jadi perlu konsultasi sama dia.
2. lomba yang sama dgn yg diatas, tapi temanya seni.
due to my lackness skill di bidang seni, kayanya mesti nyari topik yang lebih condong ke pemikiran daripada ke sejarahnya.
3. ahmad wahib award
wah kalo yang ini terlalu berat euy. tapi kalo nyusun n nyari referensi sih ok2 aja. itung2 nambah wawasan.

yah segitu kali yang baru ketauan, tinggal bikin time schedulenya nih.


Read more!

coffee, music, and internet

0 comments

owh god!
i have some new addiction (am i spell it right?)! since there is a cheap-monthly-pay internet in my house with 24 hours connected of course, its become virus for me. hey, i never get addict to something and blew up my main job. but these three things combined made it. don't believe it? you know what, as now, i have spent 12 hours in front of my computers.

browsing the internet, listening some mp3 , and drinking few glasses of coffee are the best part of my life,, so far.....


Read more!
Thursday, March 03, 2005

owh, new layout

0 comments

owh, new layout! my own mistake! but this layout better than before!


Read more!
Wednesday, March 02, 2005

cover both side

1 comments

first of all, i want to say sorry, this writing will be in indonesia. hal ini karena semata-mata untuk memudahkan pembaca mencerna isi dari tulisannya yang mana bila jika saya tulis dalam bahasa inggris, due to my limitation in english, akan semakin mempersulit pencernaan. yang mana juga pada intinya keterbatasan bahasa asing saya terbatas yang mana sehingga jika dipaksakan akan mempursulit juga diri saya. sehingga bilamana ditulis dalam bahasa indonesia, mudah2an bisa dipahami.
sehingga yang mana cukup sekian basa-basi ngalor-ngidul standar para politikus kita saya tiru. (koq jd pusing sendiri yah). well, here it is. hope you enjoy it.
-----------------------------------
cover both side

Istilah yang cukup familiar di dunia jurnalistik. Secara sederhana bisa saya artikan, meliput dari dua sudut pandang yang berbeda/berlawanan. Ternyata dalam hemat saya, kode etik ini tidak hanya berlaku dalam dunia jurnalisme. Tapi juga dalam setiap pola pandang kita terhadap suatu isu atau permasalahan. Bagi saya yang merasa masih perlu banyak belajar dalam segala hal, pola seperti ini sangat mudah dilakukan karena saya sendiri hampir selalu tidak pernah punya sikap terhadap sesuatu hal yang bersifat kontroversial. Yang saya lakukan hanyalah menjad pengamat yang menelan segala informasi dari berbagai pihak untuk kemudian menjadi referensi pribadi.

Dalam pengamatan saya, untuk segala hal yang bersifat kontradiksi, baik itu ideologi, pemahaman kejadian, dsb, pada akhirnya akan menciptakan kubu-kubu yang saling bertentangan dengan argumen masing-masing yg kuat. Setiap kubu tidak mungkin akan terpengaruh oleh kubu lainnya, karena segala kepentingan sudah bercampur aduk. Saya memandang positif perbedaan seperti ini, karena itu adalah anugerah dan juga karena perbedaan itu dilatarbelakangi oleh landasan berpikir yang jelas. Celakanya, pemahaman secara nalar yang kuat hanya dimiliki oleh para petinggi kubu-kubu itu. Pada tingkat 'grassroot', argumen-argumen mereka sudah didominasi oleh perasaan. Bukan lagi nalar (seperti halnya yg menjadi paradigma dari petinggi-petinggi itu).

Kenapa itu bisa terjadi? Atau, kenapa landasan berpikir antara grassroot berbeda dengan elit-nya? Sejauh pemahaman saya hingga saat ini, hal ini dikarenakan kaum grassroot 'melupakan' proses berpikir atau proses penerjemahan ide-ide itu hingga akhirnya menjadi sebuah sikap/gerakan. 'pelupaan' itu bisa dikarenakan kesengajaan para elite atau ketidakmampuan para elite untuk menerjemahkan nilai-nilai yang terkandung kepada grassrootnya. Akibatnya, pada tataran teknis hal tersebut bisa merembet ke berbagai hal. sehingga mungkin saja suatu tindakan para grassroot itu yang niat awalnya melaksanakan nilai-nilai/visi leluhurnya, malah melenceng dari visi/nilai-nilai yang dibawa leluhurnya itu.

Gejala-gejala seperti ini sudah saya lihat dengan jelas sekali di masyarakat kita. Sebagai contoh kasus, ada dua kejadian yang akan saya paparkan. studi kasus pertama adalah tentang sejarah pembantaian PKI. tentang hal ini, saya membaginya dalam dua fase. fase pertama adalah sejarah pembantaian PKI sebelum tahun 1965. Pada fase ini saya yakin hampir semua pembaca tau detailnya, semuanya terkuak (atas jasa orde baru). Pada fase ini pula, memori kita langsung menjadi sangat jelas, tertuju pada kekejaman PKI dalam berbagai pembantaian yang dilakukannya dan puncaknya adalah peristiwa G 30 S / PKI. Bahkan untuk lebih mempertajam memori kita, setiap tahunnya, sebelum terjadi reformasi, film ini diputar di TV. Semua orang langsung setuju akan kekejaman PKI (sekali lagi, ini atas jasa orde baru).

Fase kedua adalah sejarah pembantaian PKI setelah tahun 1965. berapa banyak dari pembaca yang tau sejarah PKI setelah tahun 1965? saya yakin sedikit sekali (yang ini juga atas jasa orde baru). saat itu, setelah 1 oktober 1965, perintah dari pusat langsung diturunkan. babat habis PKI sampai ke akar-akarnya! Di lapangan pembabatan pun terjadi. Semua orang yang ada kaitannya dengan PKI dibantai. Bahkan para petani, anak kecil, wanita, nelayan yang sebelumnya berhasil dikelabui oleh PKI dan tidak tahu menahu tentang apa itu ideologi, apa itu pemikiran, apa itu landasan negara! Banyak versi tentang jumlah innocent victims ini, ada yang menyebutkan ratusan ribu, bahkan ada yang mengatakan satu juta lebih org yg tidak tau apa2 terbunuh (ini juga atas jasa orde baru). Dampaknya apa? Bagi saya cukup jelas, sikap inferior atas kedigdayaan PKI atau komunis yang terlalu dibesar2kan. Juga sedikit banyak, berpengaruh atas pola berpikir kita atas kejadian-kejadian yang terjadi selanjutnya.

Studi kasus kedua adalah adalah tentang palestina. Kekejaman israel terhadap bangsa palestina telah membangkitkan amarah banyak pihak. Di indonesia, banyak pihak yang melakukan berbagai gerakan untuk melawan itu. Pada dasarnya saya sangat setuju bahwa kita harus membela palestina. tapi satu hal yang saya tidak setuju, pola pikir mayoritas orang yang berpikir tentang itu tidak komphrehensif. Pergerakan-pergerakan yang terjadi hanya melihat dari sisi fisik saja. setiap pihak pasti tau tentang HAMAS dan segala sepak terjangnya untuk melawan israel pada salah satu sisi. tapi berapa banyak yang mengenal Edward W. Said orang kristen-palestina-aktivis-intelektual yang terusir dari negerinya sendiri (baca:palestina) tapi dia memberikan perlawanan yang sesuai dengan cara yang dia yakini? Pasti sedikit sekali! Kegelisahan saya dalam hal ini adalah setiap org tidak berpikir menyeluruh atas dasar humanis dalam memandang persoalan ini, tapi kebanyakan simbolis.

Di Amerika, Edward Said adalah seorang intelektual raksasa yang dikenal oleh para cendekiawan dunia. Seorang aktivis yang juga kolumnis berhasil menyadarkan kaum intelektual amerika dan dunia untuk berpihak memperjuangkan dan membela palestina. Tapi di kalangan pembela palestina Indonesia, ia nyaris tidak dikenal. Cara dia memperjuangkan palestina lah yang bisa dimengerti oleh para intelektual dunia. bukunya dia tentang bagaimana peran media barat dalam ketidakadilan pemberitaan tentang Islam disana (covering Islam, 1987), buku yang menggambarkan masa kecil dia di palestina, serta buku lainnya yang dia tulis seharusnya menjadi salah satu referensi bagi kita dalam memandang persoalan ini. Karena cara-cara 'standar' yang saat ini banyak didengungkan, tidak bisa menyentuh kalangan elit. sekali lagi, satu2nya hal yang menjadi kegelisahan bagi saya adalah, pemahaman pada tingkat grassroot tidak pernah mencapai pada titik yang komphrehensif.

Pada akhirnya, saya pkir sangat penting sekali untuk mengembangkan kedewasaan kita dalam menyikapi/melihat segala sesuatu tidak hanya dari kacamata 'bos' yang kemudian diadaptasi mentah-mentah oleh kita. Dan jalan menuju kedewasaan bukanlah jalan singkat dan mulus tapi jalan terjal yang butuh perjuangan dan ketekunan untuk selalu belajar melalui membaca, diskusi, dsb dengan tidak hanya bereferensi dari satu sisi yang kita dukung dari awalnya, tapi juga dari referensi 'lawan-lawan' kita. Sekali lagi, cover both side!

bagaimana komentar anda?


Read more!

pucung

0 comments

Cukup hirup mulus sapangadeg tangtung,
nya nyawa titipan,
pakeeun samemeh paeh,
guna kaya mawa banda sasampeuran.

Cukup lumur ti Gusti Allah Nu Agung,
geusan kumawula,
ngan kudu seja lumaden,
mulya hina awak nu nandangan inya.

Rugi-untung ku panuduh batur-batur.
ari enyana mah,
kumaha majar ceuk maneh,
lara bagja kumaha ceuk panarima.

(tina pupuh pucung panglipur bingung)


Read more!