Hal yang lagi ramai sekarang ini adalah Digital Payment. Penggunaan uang fisik sekarang sudah semakin berkurang. Apalagi di Negara maju. Saya mendapat konfirmasi ini juga dari orang Beijing dan Singapore yang sudah hampir tidak pernah menggunakan uang fisik.
Mengapa penggunaan uang fisik harus diminimalisir?
Sepertinya sudah banyak yang membahas kekurangan penggunaan uang fisik: perederan uang palsu, biaya cetak uang, kesalahan hitung, proses transaksi pembayaran yang lama, kuman di uang, dll.
Di Indonesia, penggunaan digital payment ini juga semakin menggeliat. Pembayaran tol, listrik, telpon, air, dan pengeluaran rutin lainnya sudah hampir tanpa menggunakan uang fisik. Beberapa digital payment yang saya punya dan pernah pakai diantaranya:
Di buku The Hard Things About Hard Things ini: https://goo.gl/ge3uZp banyak kisah inspiratif. buku ini menceritakan hal-hal yang akan dihadapi seorang pimpinan perusahaan. Karena latar belakangnya industri IT yang sangat cepat pergerakannya, kisah penulis yang menjadi latar belakang buku ini terasa intens.
Di salah satu bagian buku ini ada perbandingan antara Peacetime CEO dan Wartime CEO. Penulisnya menceritakan bagaimana kisah Steve jobs, Larry Page, dan lain-lain sebagai wartime CEO. ada juga kisah lainnya yang menunjukan Peacetime CEO. Tapi tentu saja kisah yang menarik adalah mereka-mereka yang menjadi Wartime CEO, tidak lain dan tidak bukan adalah karena kisahnya dramatis. hehe.
Menilik ke belakang dan mengamati sekitar, membuat saya menjadi bisa mengamati karakter-karakter CEO di beberapa perusahaan. beberapa CEO di perusahaan saya pernah bernaung menunjukan gejalan Peacetime CEO. Sangat populis, mendorong ide dari bawah, berteman dengan semua orang, dan lain sebagainya. Sayangnya, suasana industri yang sedang dihadapi adalah situasi perang. Situasi yang menuntut Wartime CEO. Ada beberapa bos yang bukan CEO tapi sudah memperlihatkan karakter Wartime CEO, sayangnya terhambat dan ga jadi CEO.
Tampaknya, BUMN-BUMN sekarang sangat membutuhkan Wartime CEO.
Ada beberapa hal baru yang jadi inputan informasi buat saya dan ada juga analisa yang membuat saya merasa 'ngeh' setelah membaca buku tersebut.
Di awal-awal buku tersebut, diceritakan bahwa, tidak seperti yang kita kira, pengusaha-pengusaha sukses dunia itu tidak se-risk taker yang kita bayangkan. Mereka pada awalnya tetap berada di zona nyaman mereka sambil mencoba hal-hal baru yang lebih berisiko. Setelah beberapa saat dan merasa akan berhasil, barulah mereka melepas zona nyamannya. Mereka itu diantaranya: Bill Gates, Steve Jobs, Larry Page, dll.
Selain itu, banyak juga kisah-kisah lain yang diceritakan Adam Grant. Tapi satu kisah lagi yang menarik buat saya adalah kisah tentang anak pertama dan anak terakhir. Sudah banyak riset yang menunjukan nilai positif dan negatif anak berdasarkan urutan kelahirannya. Hasil paparan Adam Grant tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa yang membedakan karakter anak berdasarkan urutan lahirnya itu adalah perlakuan orang tuanya. Karena secara default akan membedakan perlakukan kepada anak pertama dan anak tengah juga anak terakhir. Nah, katanya, kalau kita mau karakter seperti anak pertama, maka anak-anak berikutnya harus diperlakukan seperti anak pertama. Kalau kita mau karakter seperti anak terakhir, maka anak-anak sebelumnya harus diperlakukan seperti anak terakhir.
Selain kisah-kisah itu, banyak juga kisah lainnya di buku tersebut.
Pas lagi baca salah satu seri dari buku girl with dragon tatoo, ada adegan laptop yang rusak. Terus si tokoh yang punya laptop tersebut klaim asuransi laptopnya. Disaat bersamaan, saya lagi klaim asuransi juga karena gesekan sama angkot.
Kejadian itu membuat aware kalau di luar itu sepertinya sih semua serba diasuransikan: rumah, kendaraan, barang elektronik, kesehatan, dan lain-lain. Jadi mereka banyak pengeluaran rutin tiap bulannya. Tapi kelebihannya, tidak ada pengeluaran yang tiba-tiba besar, butuh dana banyak, dan bikin bangkrut.
Kalau di Indonesia sepertinya ga banyak yang memanfaatkan asuransi ini. padahal kalau sekilas dilihat sih, asuransinya lebih murah dibanding diluar.
Sebelum tahun 1900, orang mengira, semakin banyak manusia, maka dunia akan kekurangan makanan. Ternyata, seiring waktu, produktivitas pertanian meningkat dan ada teknologi yang bisa menyimpan makanan dalam waktu lama.
Sebelum tahun 1900, orang mengira jalanan akan sangat kotor dan tidak higienis karena kuda-kuda semakin banyak sebagai alat transportasi. Ternyata, di kemudian hari mobil, pesawat, kereta, menggantikan kuda.
Sebelum tahun 1900, orang mengira tanah akan habis dibangun rumah-rumah karena manusia semakin banyak. Ternyata, lift ditemukan, bangunan bisa menjadi sangat tinggi dan bisa menampung banyak orang.
Sebelum tahun 1900, orang mengira paus akan punah karena diburu untuk diambil minyaknya sebagai bahan bakar penerangan manusia. Ternyata di kemudian hari, gas dan minyak bumi ditemukan.
Dan masih banyak kisah lainnya yang merubah itu semua..
Seperti halnya di masa lalu, di jaman ini, kita banyak juga kekhawatiran akan keberlangsungan dunia ini.
Tapi sepertinya dunia akan kembali menyelamatkan dirinya sendiri. Teknologi yang ramah lingkungan, transportasi massal, energi baru dan terbarukan, dan lain-lain semakin berkembang.
Tapi bukunya baru tamat 15%. Sekarang mau lanjut lagi baca, siapa tau banyak informasi menarik lagi.
Karena hape saya ini merk asus, jadinya suka ada apps bawaan dari sananya. Diantara yang umum, itu ada beberapa yang asing. diantara:
Share Link
PC Link
Remote Link
Semuanya apps ini untuk mengintegrasikan hape ke laptop/desktop kita. Kalau share link itu buat transfer file antara hape dan laptop dan juga ke hape android lainnya, pakai bluetooth sepertinya. Ga terlalu aneh sih, karena proses transfer ini bisa pake kabel data atau bluetooth langsung. Cuman mungkin lebih simple.
PC Link khusus buat konek antara hape ke laptop atau desktop. Nah ini fungsinya buat menampilkan layar hape di laptop. Jadi kalau kita lagi pake laptop, supaya ga bolak balik tangan pindah ke hape buat liat ada update atau notifikasi, pake PC Link ini, tampilan layar hape jadi muncul di laptop. Hapenya juga bisa dikontrol dari laptop. Pake mouse atau keyboard. Kalau lagi kerja juga jadi kamuflase biar ga keliatan oprak oprek hape terus. heu.
Remote Link juga unik. jadi fungsinya menggunakan hape kita buat ngontrol laptop. jadi kalau lagi presentasi atau muter film atau lagu, ga perlu megang lagi keyboard. Tapi bisa dikontrol pake hape, sambil kita jalan kesana kesini.
Wiken kemarin tanpa sengaja ketemu bapak tua, istri dan anaknya di salah satu bilangan jakarta. Karena istrinya ngomong bahasa sunda, saya jadi penasaran. "kok ngomongnya bahasa sunda..?". Ternyata dia tinggal lama di Bandung. Lahirnya memang di Jakarta, tapi sejak tahun 1987 pindah ke Bandung. Di tahun 2007 dia pindah lagi ke Jakarta karena semua anaknya kerja di Jakarta.
Di buku Jared Diamond yang judulnya Guns, Germs, and Steel, dia menceritakan perjalanannya melewati hutan Papua New Guinea dengan guide warga asli sana. dia melihat guidenya itu susah menyerap perintah yang diberikan. tetapi mereka tidak bodoh. karena mereka bisa mendeteksi banyak hal di hutan itu, mencari makan, menghindari predator, menemukan jalan pulang, dan bisa membangun dan menurunkan tenda tempat tinggal dengan cepat. Sementara Jared Diamond yang tidak pernah berada di hutan seperti itu, kesulitan untuk bisa melakukan hal-hal yang sangat ahli dilakukan oleh warga asli tersebut.
Jadi masalahnya bukan bodoh atau tidak bodoh. Tapi perbedaan budaya membuat perbedaan fokus. Perbedaan minat membuat perbedaan kemampuan.
Jadi, sudut pandang kita, awareness kita akan lingkungan sekitar, sangat terpengaruh oleh interest kita. Ada banyak informasi yang berseliweran, tapi otak kita akan lebih sensitif dan lebih menangkap informasi yang memang sesuai dengan minat kita.
Cara kerja otak ini tampaknya diadopsi di dunia internet marketing. Kalau kita tertarik sama satu barang, maka iklan-iklan barang tersebut akan muncul di website-website lain yang kita kunjungi setelahnya.
Nah bahayanya, kalau kita fanatik sama tokoh atau pemikiran tertentu. Selain otak kita akan lebih sensitif dan menangkap informasi yang kita pro saja. Algoritma di internet juga akan menyajikan kita informasi-informasi yang isinya mendukung kefanatikan kita saja berdasarkan tulisan yang kita baca dan website yang kita klik. Akibatnya kita semakin fanatik dan gelap mata.
Nemu buku ini karena ga sengaja liat di timeline goodreads.
Ini resumenya: https://goo.gl/NyZPnj
Ternyata isinya bagus. Sederhana tapi bagus. Entahlah ini bacaan anak-anak atau orang dewasa atau bahkan remaja. Tapi saya yang dewasa cocok baca buku ini. Beberapa bagian bisa bikin kita sedih, bagian yang lain bisa bikin kita ketawa.
Entah kenapa, diantara tokoh-tokoh di bidang teknologi, walaupun mengagumi orang seperti Bill Bates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, dan lain-lain. Tapi kagumnya ya kagum biasa saja. Hanya sedikit yang benar-benar menginspirasi. Diantaranya adalah elon musk.
Belum lagi menemukan tokoh lain yang seinspiratif Elon Musk, sampai akhirnya saya nemu artikel ini beberapa hari yang lalu:
http://goo.gl/f5GT3n
dan
http://goo.gl/0eYXlg
Kisahnya menginspirasi sekali. pekerja keras, membuat banyak perubahan, dan dia termotivasi untuk "make Germany great again". Standarnya orang Jerman saja sudah pekerja keras, tapi kalau baca artikelnya, tampaknya orang ini jauh diatas rata-rata. Bisa membuat orang-orang jenius dunia konsultan dan perbankan menjadi tampak tidak jenius.
Mungkin tipikal orang seperti ini yang banyak di Korea Selatan, tapi di bidang industri manufaktur. sering juga mendengar kisah betapa kerja kerasnya orang-orang Korsel ini.
Oiya, kalau artikel tentang Elon Musk yang paling inspiratif, menurut saya yang ini:
Beberapa minggu yang lalu, saya diundang ke acara kumpul-kumpul salah satu start up yang lagi ngehits di Jakarta. Acaranya malam hari sekitar jam 7an. Disana ada pegawai perusahaan tersebut dan non pegawai. Diawali makan-makan ringan dan minum-minuman keras ringan juga kemudian dilanjutkan dengan cerita dari orang no 1 nya untuk Indonesia.
Yang menarik adalah, yang handle operasional seluruh Indonesia saat ini dipegang hanya oleh 15 orang saja dan kalau tidak salah, expatriate nya 2 orang, termasuk orang nomer 1 nya tadi. Si GM tadi cerita, kalau Indonesia merupakan salah satu pasar yang menantang. biasanya dia turun ke satu negara yang belum terjamah untuk set up sistem. Rekrut 1 GM, 1 Orang yang tanggung jawab supply, 1 orang yang tanggung jawab demand. kemudian dalam waktu setidaknya 1 tahun, dia sudah bisa pergi ke negara baru lain untuk setup kembali dari awal. tapi di Indonesia, dia masih belum bisa keluar untuk megang negara baru sampai sekarang (sudah beberapa tahun).
Memang agak sulit sih sepertinya untuk mendapatkan orang lokal yang bisa jadi nomer 1 nya. setidaknya orang tersebut punya pengalaman ngurus orang banyak, mengerti tentang industri ini, tau tentang informasi kekinian teknologi terutama bidang ini, bisa ngolah data, dekat dan kenal dengan lembaga pemerintahan, siap dengan waktu kerja yang panjang. semua skill ini adalah kombinasi antara orang tua dan orang muda.
Sekilas mendengarkan paparan orang tersebut, sepertinya orang-orang start up ini pekerja keras semua. Bekerja jauh melewati batas 40 jam/minggu. katanya, di kantor pusatnya itu, suka masih ada beberapa orang yang bekerja jam 12 malem atau jam 1 dini hari dan owner nya suka tiba-tiba masuk ke ruangan dan lewat begitu saja. Mungkin ini yang bikin mereka cepat berkembang kali ya..
Di suatu minggu sore yang cerah, saya mencoba menyusuri kawasan Menteng dengan berjalan kaki. Dimulai dari Stasiun Gondangdia, ke Sam Ratulangi, lanjut ke Taman Menteng, lalu ke Taman Surapati, Taman Situ Lembang, Jalan Surabaya, dan berakhir di Stasiun Cikini. Beberapa foto dikompile jadi video. Silakan.
Di jakarta dan sekitarnya, tukang ojeg nyaris selalu ada di tempat tempat keramaian. Terminal, stasiun, rumah sakit, kawasan perkantoran, kawasan sekolah, kawasan tempat hiburan, dan lain sebagainya.
Sholat berjamaah di mesjid telah kita semua ketahui mempunyai banyak keutamaan. sudah banyak tulisan-tulisan yang membahas tentang keutamaan sholat berjamaah baik dalam bentuk buku maupun tulisan di dunia maya.
Hari ini, berbagai sumber berita online memuat berita tentang pelantikan anggota DPR yang baru. Macam-macam sudut pandangnya. ada yang membahas hotel mewah tentang mereka menginap, ada yang membahas harga pakaian, ada yang membahas berdasarkan umur, ada yang membahas tentang artis maupun istri artisnya, sampai yang agak serius membahas tentang harapan dan rencana yang akan dilakukan selama menjabat.
Gara-gara tadi pagi pas buka detik nemu tulisan Dahlan Iskan tentang Kaliandra, akhirnya saya browsing singkat tentang kaliandra ini. ketemu lah beberapa artikel, diantaranya tulisan ini yang membahas tentang fungsinya sebagai sumber pelet kayu dan tulisan ini yang lebih luas dan umum membahas tentang fungsi Kaliandra.