About Me

Subscribe now!Feeds RSS

Latest posts

Other Things

Monday, May 15, 2017

Digital Payment Indonesia

0 comments

Hal yang lagi ramai sekarang ini adalah Digital Payment. Penggunaan uang fisik sekarang sudah semakin berkurang. Apalagi di Negara maju. Saya mendapat konfirmasi ini juga dari orang Beijing dan Singapore yang sudah hampir tidak pernah menggunakan uang fisik.

Mengapa penggunaan uang fisik harus diminimalisir?
Sepertinya sudah banyak yang membahas  kekurangan penggunaan uang fisik: perederan uang palsu, biaya cetak uang, kesalahan hitung, proses transaksi pembayaran yang lama, kuman di uang, dll.

Di Indonesia, penggunaan digital payment ini juga semakin menggeliat. Pembayaran tol,  listrik, telpon, air, dan pengeluaran rutin lainnya sudah hampir tanpa menggunakan uang fisik. Beberapa digital payment yang saya punya dan pernah pakai diantaranya:

Bank Mandiri
Diantara semua bank, saya kira bank Mandiri ini yang paling up to date dalam mengakomodasi transaksi keuangan digital.
  • Mandiri Mobile dan kemudian upgradenya Mandiri Online, bisa mencakup hampir semua transaksi keuangan yang bisa dilakukan lewat teller, termasuk historis transaksi kartu debit dan kartu juga lengkap. Mandiri online juga bisa digunakan untuk isi e-cash dan e-money Mandiri. Sangat memudahkan. Kekurangannya? Tidak bisa dipakai transaksi untuk beli reksadana.
  • Mandiri E-Cash. Mandiri E-Cash fungsi utama yang paling memudahkan adalah untuk pembayaran ketika belanja online. Selain itu, kalau punya hutang dalam jumlah yang kecil, bisa juga bayar ke temen lewat e-cash ini. kekurangannya? Transfer antar pengguna hanya bisa menggunakan nomor telepon. Akan sangat memudahkan dan powerful jika bisa menggunakan scan barcode.
  • Mandiri E-Money. Sebagai Bank BUMN, Mandiri punya kelebihan untuk bisa kerjasama dengan cepat dengan BUMN lainnya. Inilah yang menjadi awal dari perkembangan E-Money, yaitu sebagai pembayaran untuk toll. Sebagai nasabah Bank Mandiri, pengisian E-Money ini sangat mudah, bisa menggunakan atm atau aplikasi Mandiri online. Selain itu, E-Money juga bisa digunakan untuk beli bensin, belanja di toko, dan untuk naik krl atau transjakarta. Kekurangannya? Ga bisa dipakai bayar bensin di shell dan di bus transjabodetabek (onboard).

Flazz BCA
Produk BCA yang saya gunakan hanya ini. Inipun karena ada beberapa merchant yang tidak tercover oleh E-Money Mandiri yaitu shell dan Transjabodetabek. Kekurangannya? Sebagai bukan nasabah BCA, ngisi Flazz ini agak lumayan repot karena harus menggunakan atm BCA dan beberapa merchant yang mestinya bisa, sering kali menolak untuk top up tunai.

T-Wallet Telkomsel
Lumayan banyak diskon untuk merchant-merchant  tertentu, terutama makanan. Jadi ya sejauh ini cuman digunakan buat berburu diskon saja. Aplikasinya agak berat dan top up nya selalu kena biaya admin kecuali kalau top up di grapari (yang jumlahnya sangat minim).

Go-Pay Gojek
Konon, ini digital payment yang sekarang paling aktif. Karena banyak potongan harga untuk setiap penggunaan fasilitas Gojek dan pembayarannya menggunakan Go-Pay. Pengisian Go-Pay sangat mudah dan cepat (pengalaman pakai bank Mandiri), transfer ke sesama pengguna dengan cara pakai nomor telpon juga cepat. Selain itu, Go-Pay ini memungkinkan antar pengguna transfer dengan menggunakan Scan Barcode.

Siapa yang akan paling berkembang?
Bank Mandiri dan GoJek sepertinya akan bersaing ketat. Bank Mandiri sudah punya basis pengguna yang besar. Tinggal Merchant E-Money nya ditambah, maka pengguna E-Money akan semakin banyak. Sedangkan E-Cash harus ditambah fasilitas agar bisa scan barcode untuk transfer uang. Sedangkan Go-Pay yang konon baru dapat suntikan dana dari Tencent sepertinya akan semakin berkembang. Aplikasinya sudah cukup ringan, transfer mudah, dan isi ulangnya gampang. Yang kurang adalah kerjasama merchant selain yang terdapat di aplikasi Gojek. T-Wallet akan sulit berkembang karena basis penggunanya merasa tidak ketergantungan dengan T-Wallet. Setiap orang bisa dengan mudah isi pulsa telkomsel dari aplikasi apa saja.

Mengapa fasilitas barcode penting?

Merchant-merchant yang kerjasama dengan digital payment sekarang repot karena harus kerjasama langsung dengan penyedia jasanya. Mereka harus jadi nasabah atau harus daftar untuk dapat mesin EDC. Semua kerepotan ini bisa dihilangkan dengan BARCODE. Misalnya barcode Go-Pay, si empunya toko tinggal print barcode Go-Pay dia di kertas yang agak besar, kemudian dilaminating dan tempel. Jadi setiap konsumen toko tersebut mau bayar, dia tinggal scan barcodenya kemudian tulis jumlah yang harus dibayar dan isi keterangan jika perlu, klik ok dan langsung tertransfer pembayarannya. Si pemilik toko juga tinggal Tarik saldo Go-Pay nya ke bank yang dia punya. Sangat simple. Cara ini akan memungkinkan pemilik warung-warung kecil atau pedagang keliling menggunakan digital payment. 

Penutup. 
Sangat menyenangkan menggunakan fasilitas-fasilitas digital payment ini. Tapi karena minim isinya, jadi saya cuman ulik-ulik nya hari kesatu dan kedua setelah gajian aja, setelah itu isinya sudah tidak ada. heu..

Comments
0 comments
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!
Subscribe to my feed

Post a Comment