About Me

Subscribe now!Feeds RSS

Latest posts

Other Things

Sunday, August 02, 2009

Sisi Lain Jurusan Ilmu Kebumian

9 comments

Ilmu kebumian yang saya maksud kalo di ITB itu adalah jurusan geology, geofisika, tambang, dan minyak atau yang sekarang masuk ke fakultas FITB (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian) dan FTTM (Fakultas Teknik perTambangan dan perMinyakan). Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan di bidang ini dan juga punya banyak teman dengan berbagai kisahnya, saya bisa cerita sedikit tentang yang satu ini.
Kebanyakan orang yang mengambil kuliah ini adalah mereka yang memang menyukai aktivitas outdoor dan mereka yang tergiur oleh isu-isu yang berhembus tentang pendapatan di atas rata-rata untuk engineer yang kerja di bidang ini. Tapi ternyata, ada satu bonus yang saya dan kebanyakan teman saya baru sadar ketika sudah merasakannya. Bisa melihat sisi terdalam dari negeri ini..

Kegiatan eksplorasi atau pun eksploitasi bahan galian mayoritas berada di daerah yang jauh dari peradaban manusia. Mau tidak mau, suka tidak suka, mereka yang sekolah di bidang ini harus pergi ke tempat itu. Dari tengah belantara Sumatera, rimba Kalimantan, pegunungan Sulawesi,hingga pedalaman Papua.
Kisah seorang teman yang geologis sangat menarik. Dia termasuk yang jarang ke lapangan dibanding teman-temannya. Tapi pengalaman dia beberapa kali ke lapangan sepertinya sudah mencapai tahapan yang jauh lebih tinggi daripada orang-orang biasa. Dari foto-fotonya, terlihat bagaimana ukuran raksasa pohon-pohon di pedalaman Kalimantan dan juga cerita menariknya tentang bagaimana ia ikut membantu penduduk desa membangun rumah di daerah Painan, Sumatera Barat saat terjadi gempa besar itu. Saat itu dia sedang berada disana, nyaris tepat berada di pusat gempa!!
Kisah yang sama dan tidak kalah menarik juga diceritakan teman-teman yang sekarang bekerja di Papua, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Sumatera. Tempat-tempat itu tidak akan pernah terpikirkan oleh orang-orang yang memang tidak ada tujuan untuk pergi kesana. Hanya orang-orang yang ‘terpaksa’ saja yang bisa merasakannya.
Tapi tentu saja kisah ini tidak selalu berakhir bahagia. Kita yang terbiasa mengenyam segala kemudahan di kota besar akan mengalami kejenuhan ketika harus hidup dalam segala keterbatasan fasilitas untuk waktu yang lama. Maka, mereka yang pergi ke pedalaman itu pun bervariasi waktu pulangnya. Ada yang satu bulan sekali, dua bulan sekali, bahkan enam bulan sekali, tergantung kebijakan perusahaan.
Ada satu kisah tragis. Seorang teman dengan perawakan keras, namun berhati lembut ditempatkan di pedalaman Kalimantan. Tempat dimana senior-seniornya hanya hitungan bulan bahkan minggu sebelum menyerah dan pulang. Bahkan ada kisah lucu, seorang engineer baru yang akan ditempatkan disana dan ketika transit satu hari di Balikpapan, dia mendengar cerita tentang keras dan kejamnya tempat itu. Belum habis matahari terbenam, dia sudah berangkat pulang ke Jakarta. Hingga kini, orang-orang di perusahaan itu tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Dia menyerah bahkan sebelum sampai ke tempat tujuan. Nah teman saya ini bisa bertahan sudah 1,5 taun disana. Semua orang berdecak kagum atas ketangguhannya. Setiap kali cuti, dia selalu kembali ke bandung, dan tentu saja banyak yang dia ceritakan. Tentu saja diapun tidak merasa menyenangkan berada di tempat itu dan selalu mengutuk tempat itu. Dia bercerita, setiap kali beban kerja dan tekanan berada dalam puncak-puncaknya, malam harinya, di dalam kamar, dia matikan lampu dan memutar lagu Home-nya Michael Bubble secara berulang-ulang.
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
Lalu dia bilang dengan nada suara yang berat: “tanpa terasa air mataku menetes dengan sendirinya…”
Kami yang mendengarkan kisahnya, hanya mampu berdeham dan bergumam, “oooh, ini ternyata rahasia ketangguhannya….”
Hahaha…
Semoga kisah ini bisa berguna buat mereka yang mau milih jurusan buat kuliah, walopun pengumuman hasil SNMPTN baru saja lewat atau buat siapa saja lah yang punya cukup banyak waktu buat baca ini.. 

Comments
9 comments
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!
Subscribe to my feed
Agung said...

menarik Si, bisa melihat sisi terdalam negeri ini, nampaknya bisa membuka habis kesadaran orang dan mengubahnya sama sekali. Salut buat engineer2 ini!

Fiksi said...

iya gung, beruntung bisa melihat pemandangan yang masih asli, sesaat sebelum dirusak. hehe..

Laras A. Pitayu said...

kemaren dapet quote yang cukup asik buat para perantau, dari seorang pengarang buku perancis.
bikin hati jadi tenang juga, hehe, gini ni fiks :
la-bàs, il n'y a pas de paradis, il n'y a pas d'enfer, il n'y a que la vie.
artinya : disana, tidak ada surga, tidak ada neraka, yang ada cuma kehidupan biasa.
:) hehe. ayo para perantau, berkuat2 diri lah!

Fiksi said...

weitss, calon perantau nih..

sip2.

Lesly Septikasari said...

aduuh, jadi kabita merantau tp ga lama-lama hehe..

Uchiwa Gyonku Kunihiko ANDO said...

kak..kebumian itb itu ipa atau ips ?
soalny kuriklum bru ipa ga boleh mlih ips dan bgtu sblkny

Wildan Pranawa said...

IPA

Alifia Nur Hanifa said...

Ka, kalo buat cewek itu gimana sih plus minusnya? Prospek kerja kedepannya juga berarti kita bakal ke pedaleman kyk kalimantan, papua gtgt? Makasi

Alifia Nur Hanifa said...

Ka, kalo buat cewek itu gimana sih plus minusnya? Prospek kerja kedepannya juga berarti kita bakal ke pedaleman kyk kalimantan, papua gtgt? Makasi

Post a Comment