About Me

Subscribe now!Feeds RSS

Latest posts

Other Things

Saturday, June 28, 2008

Ekspedisi Pulau Sempu (2)

5 comments

Dulu sekali, saya pernah nulis tentang pulau sempu jilid satu. Tapi dulu itu, ga jelas isinya. Panjang tapi ga cerita apa-apa tentang pulau sempu nya. Emang sih rencananya highlight tentang pulau sempunya mau dibahas di jilid 2. Tapi.. Males bikin lanjutannya. Akhirnya... Terbengkalai.

Sekarang... Mau ngelanjutin cerita yang dulu, tapi lupa detailnya. Lupa naek angkot apa aja, lupa nama-nama orang yang kami temui di jalan, lupa berapa total ongkosnya, lupa.. dan lupa..

Sekarang... Pengennya saya lanjutkan itu cerita. Tapi seadanya saja ya. Hehe.






Singkat cerita, sampai stasiun gubeng surabaya. Sambil nunggu kereta yang ke malang, kita masih sempet buat mandi sama buat makan. Ada dua tempat mandi di gubeng sana. satu di deket gerbang utara kalo ga salah (agak bingung juga tentang arah), satu lagi di sebelah selatan, deket mushola. yang bersih ini di deket mushola, enak. karena saya ga tau, dulu saya malah mandi yang di utara. air bak nya ga ngalir! sial! abis mandi bukannya seger, tapi malah ngerasa ada yang salah sama badan ini. Tempat makan, saya cuman pernah nyoba satu aja, di seberang gerbang utara gubeng. lupa namanya. tapi yang pasti, bersih dan murah!

Perjalanan kereta dari gubeng ke Malang naek kelas ekonomi lumayan lama juga. tapi kalo dari gubeng, biasanya kebagian tempat duduk, walopun di tengah jalan, selalu saja ada ibu-ibu atau orang tua yang selalu bikin iba dan bikin kita jadi berdiri. Perjalanan naek kereta ini, saya ngerasa hidup dalam novel dengan latar belakang indonesia jaman dulu. Masih kerasa. Di dalam kereta, orang-orang "masa lalu" dengan rokok linting, batik dan peci, ayam, dan barang dagangannya banyak sekali. Di luar kereta, saya sampai tertegun melewati satu dua rumah dengan yang suasana sederhananya terasa sekali. ibaratnya, kalo pikiran-pikiran kepusingan kita tentang masalah di kota dihilangkan semua, itulah mereka. Tanpa beban. Dan bukan hanya tentang manusianya, juga alamnya.

Sampai di stasiun kota baru Malang, saya lupa naek angkot apa aja, tapi tinggal tanya orang-orang di stasiun itu cara sampai ke pantai sendang biru, banyak dari mereka yang tahu. tapi kalo tidak salah dari stasiun itu naek angkot trus minibis trus angkot lagi.



Sampai di pantai sendang biru, kita lapor dulu di penjaga cagar alam sana bahwa kita mau nyeberang ke pulau sempu. Karena kita sampai menjelang malam, akhirnya kami nyebrang keesokan harinya. Malam itu kami habiskan dengan masak mie, latihan bangun tenda, berkenalan dengan beberapa rombongan lain, sampai berkenalan dengan nelayan dan tidur di atas perahu mereka malam itu.



Ada dua tujuan utama di pulau sempu. Danau lele dan segara anakan. Danau lele tidak terlalu bagus tempatnya, tidak banyak orang pergi kesini. tapi, pantai tempat kita mendarat untuk menuju ke danau lele itu yang bagus. sedangkan segara anakan ini yang menjadi incaran banyak orang. Harus jalan lebih dari satu jam lamanya lewat hutan yang jalan setapaknya ga mendukung. Banyak orang yang kami temui di jalan nyaris nangis karena ngerasa ga sampai-sampai. Banyak yang patah semangat. Karena kita tidak pernah tahu akan sampai berapa lama lagi di tujuan atau sebaliknya kita tidak tahu berapa lama lagi sampai di pantai tempat kita untuk menyebrang pulang. Saya pun stress ketika itu.



Ketika sampai di segara anakan, Terbayar sudah semua. Indah. Dengan ransel yang masih di punggung, saya langsung terduduk di bibir pantainya, lalu berbaring untuk waktu yang cukup lama. Setelah, itu hasil kami latian bangun tenda pun dipraktekan. 10 menit, jadilah tenda dome kami. Terlihat profesional. Haha. Padahal malamnya, lebih dari satu jam setengah, kami mencoba memetakan bagaimana menyambung satu pipa dengan pipa yang lainnya.



Banyak sekali orang disana. Banyak rombongan, banyak tenda. Tidak saling kenal. Namun kemudian, semua orang seperti sudah lama kenal. Saling undang-mengundang untuk berkunjung ke rombongan dan tenda serta tawar menawarkan makanan dan permainan pun tidak terjadi cuman satu atau dua kali. Ya. Itulah perkampungan dadakan.



Hanya satu malam kami disitu. Terlalu sebentar memang. Lalu pulang dengan rute yang sama. Tapi karena sampai Surabaya terlalu malam, saya minta bantuan buat nginep di teman saya Waluyohadi di Surabaya sana. Lancar semua. Terima kasih.



Sampai rumah, saya coba rewind. Tapi kemudian saya jadi bingung. Apakah tempat tujuannya ataukah perjalanannya yang membuat saya senang.

Comments
5 comments
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!
Subscribe to my feed
Laras A. Pitayu said...

bagusnya fiiks! saya pernah waktu sma ke pulau rambut, dan menghabiskan waktu dari sore sampe malem di dermaganya- heu jadi pengen liburan...

fiksi said...

oh itu di pulau seribu ya. pengen kesana juga sama ke karimun jawa!

Lesly said...

subhanalloh, indonesia teh meuni kaya n indah.. nice trip, tentu yg menyenangkan perjalanan n tempat tujuannya

fiksi said...

iya indah sangat. hehe.
thanks lesly..

tambenk said...

Barusan juga dari sana beberapa minggu yg lalu kawan.

Dan saya juga males bikin postingan tentang trip ke Sempu huehehehe....

Ehhh di Jember katanya jg ada pantai bagus yg jg bisa dipake camping pantainya. Sayang gw lupa namanya. Tp udah gw incer buat kesna.
Wanna join mate?

Salam,

Post a Comment